Ekpedisi Geopark Cileteuh Sukabumi

Perjalanan kali ini menempuh jarak -/+ 200km dengan jalur lengkap mulai jalur onroad dan offroad. Tujuan kita memang mengeksplore tempat wisata di Sukabumi. Mulai dari Pelabuhan ratu, Pantai Loji, Puncak darma dan Geopark Cileteuh
Pantai Loji Sukabumi yang masih asri, pantai penuh Karang
Perjalanan dimulai dari cibinong menuju desa Cibunian melalui jalur aspal melewati kampung dan gang kecil. disekitaran pinggiran kota Bogor.  setelah 1,5 jam perjalanan kita sudah sampe desa Cibunian
Masuk desa Cibunian, kita masuk jalur tanah yang cukup lumayan licin. Setelah jalur pendek kita akan keluar di kebun teh Cevron. Jalur kebun teh juga menjadi jalur favorit selain jalur yang single track pemandangan kebun teh juga bikin adem
Jalur Kebun Teh Cevron
Lewat jalur kebun teh sedikit, lalu kita akan masuk jalur hutan yang jalurnya juga cukup extreme. Jalur single track yang licin dan penuh tanjakan serta turunan. Di hutan ini cuma ada 1 rumah 1 keluarga, kami menyebutnya “Tempat mak Icih” Mak Icih dan keluarga adalah penunggu hutan disana. beliau sangat ramah.
Bersama Mak Icih di pondok beliau yang teduh dan nyaman
Setelah menguras tenaga melewati hutan Mak Icih, kami melanjutkan jalur double track batu dan tanah di Cibadak. Jalur double track ini sangat melelahkan karena jalan berbatu. perjalanan dengan speed yang cukup akhirnya 1 jam perjalanan kita sampai di jalur Cikidang.
Jalur Cikidang adalah jalur jalan besar yang meliuk-liuk. buat kalian yang pernah ke Sukabumi pasti melewati jalan ini. setelah 30 menit jalur Cikidang. perjalanan langsung menuju ke Pantai Loji. Pantai ini masih perawan dan pemandangannya juga sangat indah. setelah bermain dipantai selama 20 menit kita melanjutkan perjalanan ke puncak Darma, Posisi puncak Darma adalah diatas puncak Geopark Cileteuh
Pantai Loji terlihat dari atas

Dari Pantai Loji Menuju puncak Darma dan Geoprak Cileteuh sebenarnya ada 2 jalur, pertama adalah jalur lama, jalur offroad medium track yang butuh 2-3 jam sampai ke Puncak Darma. dan jalur 2 adalah jalur tanah double track yang dapat ditempuh 1 jam. kami memilih yang jalur baru double track mengingat kita juga ingin mempelajari jalur baru.

setelah pukul 5 sore kita sampai di puncak Darma, setelah beristirahat sejenak kami melanjutkan ke air terjun di geopark cileteuh. karena ada 2 motor yang trouble bocor, kami tidak sempat foto disana.

setelah puas menikmati keindahan gepark Cileteuh. kami melanjutkan perjalanan menuju pantai loji lagi. dan melanjutkan ke pantai pelabuhan ratu untuk beristirahat sejenak.

Suasana malam di pantai Pelabuhan Ratu

Setelah istirahat sejenak, awalnya kita mau menginap di Pelabuhan ratu, lalu lanjut jalur ujung genteng dan sawarna. tetapi karena ada salah satu rekan team yang mendadak ada keperluan di rumah. akhirnya kita pulang ke rumah melalui jalur onroad Sukabumi – Bogor -Cibinong

Serunya offroad ngabuburit dan menunggu sahur di Gunung

Ramadhan kali ini, kita ngabuburit dan menunggu sahur di gunung, sebelum berbuka puasa kita fun trabas menyusuri jalur jonggol dan selanjutnya setelah berbuka, masuk jalur single track di jonggol dan selanjutnya lewat jalur hambalang dan ngopi di tanjakan Babeh Hambalang

Tanjakan Babeh Hambalang saat malam hari

Start dari Citereup Cibinong, kita masuk jalur jonggol pukul 16.30. jalur double track dan berbatu juga cukup menguras tenaga saat puasa. setelah perjalanan 1 jam, ternyata hujan mengguyur, jalur yang harusnya mudah menjadi cukup licin, dan beberapa motor yang trouble. perjalanan ngabuburit menjadi lebih hard saat hujan mengguyur deras dijalur

Berbuka puasa di jalur, di rumah penduduk

setelah 1,5 jam menikmati jalur hujan, kita berbuka puasa di rumah penduduk, menu yang sudah dipesan sebelumnya sudah semua disiapkan, nasi, ayam goreng, ikan asin dan sambelnya yang jos gandos juga kolak dan es kelapa yang seger bener-bener buka puasa hari itu special.

Menu berbuka yang lengkap saat dijalur

Setelah puas berbuka dan melaksanakan sholat mahgrib akhirnya perjalanan dilanjutkan, melewati jalur single track saat malam juga cukup menantang, jarak pandang yang pendek membuat offroader harus siap apabila ada handicap lubang yang tak terlihat.

Setelah selama 1 jam menikmati jalur single track jonggol, ternyata kita belum puas dan rombongan ingin masih masuk jalur lagi, akhirnya jalur hambalang menjadi pilihan. masuk jalur hambalang dibuka dengan jalur rel yang sedikit menanjak membuat beberapa motor harus ditarik disini. seru juga ya, saat jalur handicap dilibas saat malam, sensasinya berbeda.. hahayyyy

setelah melewati jalur hambalang terlihat muka-muka puas

Keseruan terus berlanjut saat harus melewati jalur kali di hambalang, juga membuat andrenaline terpacu saat jalur sulit itu ditaklukkan dalam kondisi gelap. setelah semua motor lolos melewati kali, jalur selanjutnya menuju tanjakan babeh untuk beristirahat dan menyeduh kopi. berbekal kompor portable dan kopi malam menunggu sahur ini semakin syahdu

Beberapa ada yang berfoto saat ngopi-ngopi di tanjakan babeh
ngobrolmotorcross ngga lupa narsis juga di jalur malam.. hahahaha

Stelah bercanda dan menikmati kopi di tanjakan babeh Hambalang, waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, akhirnya rombongan memutuskan turun untuk pulang ke rumah, karena sudah di tunggu keluarga dirumah untuk sahur bersama.

Nah buat kalian yang ingin merasakan sensasi jalur malam di bulan ramadhan, wajib dicoba di jalur yang fun dan deket rumah.

Penulis: ngobrolmotorcross

Bahan foto: Kang Jay Sadulur

 

Sebelum Puasa, Menjajal Jalur Ajib Cisadon-Rawagede

Akhirnya menjajal jalur Cisadon – Rawagede.  kalimat yang keluar dari mulut saya, sudah lama ingin menjajal jalur ini tetapi selain tidak ada leader dan juga kondisi cedera 1 bulan terakhir membuat saya hanya penasaran dengan jalur Cisadon-Rawagede.

Salah satu jalur di Cisadon

Jalur Rawagede kalo saya bilang memang “Awasome” jalur single track di antara gunung Cisadon dan bukit membuat jalur ini terus diselimuti embun, sehingga jalur selalu basah dan teduh. Selain jalur Single track, jalur berbatu dan tanjakan membuat jalur ini sungguh membuat semakin syahdu.

Menuju jalur ini sangat, mudah. Buat yang suka main ke kampung Cisadon, disana kamu bisa melanjutkan jalur menuju Rawa Gede, Jalur ini hanya satu, jadi pilihannya lanjut sampai Rawagede atau puter balik di Cisadon apabila sudah tak sanggup melanjutkan.

Jalur berbatu dan cekungan yang dalam membuat kita butuh tenaga dan skill yang tidak biasa

Akhirnya memutuskan masuk jalur Cisadon-Rawagede karena rasa penasaran yang sudah sejak 1 bulan lalu. Memang jalur ini lengkap, mulai jalur tanjakan, Batu, lumpur juga jalur air membuat kita puas saat dapat melewati jalur Rawagede.

Berdua dengan team Waniperih saya akhirnya masuk Jalur Cisadon-Rawagede, karena memang kami berdua awam, akhirnya mengajak helper yang yang sudah tahu jalur untuk menemani sampai ke Rawagede. Memang ini adalah tips dari saya kepada rekan-rekan offroader lainnya, apabila masuk jalur yang belum pernah kita lewati, usahakan cari leader yang sudah tahu jalur atau kalo memang tidak ada leader, cari warga sekitar(helper) Untuk menemani kita dijalur, Nah bagaimanapun jalur di gunung tidak bisa diremehkan, baik untuk jalur yang sulit ditembus atau nuansa mistis yang kita tidak pernah tahu.

Dua team Waniperih, Hobby mencari jalur baru dan yang hard…. hahahaha

Handicap di Rawa gede yang utama adalah jalur pertama setelah masuk dari Cisadon, jalur dengan batu besar dan single track yang menanjak seperti huruf S, ditambah dengan batu besar membuat jalur ini memang sulit untuk di tembus, tetapi apabila lolos jalur ini, dipastikan kita sudah bisa finish, karena handicap yang lain tidak sesulit handicap diawal ini. banyak offroader menyebut ini adalah tanjakan S.

Jalur Setelah lolos dari tanjakan S

Nah selain jalur yang hard, pemandangan di jalur ini juga cukup indah, jadi apa yang didapat biasanya seimbang dengan resiko yang dijalani, hahahaha. Nah buat yang seneng jalur hard dan suka explore keindahan alam yang lain dari yang lain, wajib menjajal jalur Cisadon – Rawagede

Saung di tengah jalur Rawagede.. biasanya tempat istirahat pertama, selain beristirahat disini juga bisa menikmati pemandangan yang ajib

Setelah masuk jalur pukul 14.30 akhirnya sampe di kampung Babakan Banten pukul 16.30 dan akhirnya kita istirahat di depan jalan menuju Rawagede. setelah istirahat perjalanan onroad menuju jalur puncak 2, dan pukul 19.00 kita masuk puncak 2 untuk menikmati jalur malam.

Nah buat kalian yang belum pernah ke jalur Cisadon – Rawagede, buruan cobain jalurnya. dan jangan lupa #Waniperih

 

Ngobrolmotorcross Menjajal jalur M-Trex 5 Semarang bersama Techqu Decal

Awalnya ngobrolmotorcross hanya ingin menikmati jalur fun dikawasan semarang dan sekitarnya. karena ada perjalanan dinas ke kota Klaten, dan hari minggu ada jadwal kosong, sayang kalo ngga diselipkan jadwal menikmati jalur di Semarang dan sekitarnya. menghubungi empunya Techqu Decal mas Dwi Bimata, untuk pinjem motor dan ikut njalur beliau bersama temen-temennya. Ternyata mereka sudah memiliki jadwal untuk ikutan Event M-Trex 5 Semarang, akhirnya saya ikut mendaftar dan menjalur di event ini

Saya di Tanjakan 100m M-Trex 5 Semarang

Mengingat saya mengendarai mobil sendiri ke Klaten dari Jakarta, dan Minggu dari Klaten mampir ke Semarang menuju Jakarta, jelas tenaga saya sudah tidak fit, sehingga saya memang merencanakan untuk njalur yang fun dan mencari aktifitas yang meminimalisir kecelakaan, mengingat sesampai di Jakarta, besok pagi saya harus langsung masuk kantor lagi.

Tanjakan Trapang, ada di jalur Zona 1

Tapi event M-Trex 5 berkata lain, Jalur yang harus ditempuh sepanjang 75Km dengan dibagi 6 Zone Jalur. dan yang pasti, setiap zone memiliki karakter jalur yang berbeda-beda, tetapi dari setiap jalur yang saya temu, tanjakan dengan panjang hampir 100m dan kemiringan 45-60 derajat ada di semua zone. jalur juga dibagi 2 yaitu jalur Hard dan Fun.

Karena sudah diawal hanya ingin menikmati jalur dengan Fun, akhirnya ada beberapa zone yang masuk ke jalur fun. tapi jangan salah, M-trex 5 memang memiliki standar jalur yang cukup gokil, jalur fun yang dipilihkan oleh mereka juga tidak kalah sulit, beberapa jalan licin, sungai dan tanjakan juga masih sering kita lewati. selain itu beberapa jalur juga dibuat dengan model polisi tidur di jalur speed, bisa kebayangkan jalur single track yang notabene bisa speed dan sedikit istirahat jadi tidak bisa karena ada polisi tidur disetiap 100m. ..hmmmmm…. lelah

Tanjakan terlihat dari spot kita foto

Ngobrolmotorcross sendiri juga sudah sempat kelelahan saat masuk di zona 4, jalur yang panjang dan banyak handicap memang membuat fisik terkuras, selain itu ngobrolmotorcross yang beberapa bulan terakhir ini jarang melakukan long trip dan hanya jalur pendek, membuat ngobrolmotorcross berantakan fisiknya… hahahaha.

Selain jalur yang hard, tetapi jalur juga dikombinasi dengan keindahan alam di kawasan waduk Jati Barang Semarang. Di waduk ini kita sempat istirahat dan berfoto-foto. hahahaha

Jalur M-Trex 5 benar-benar Jos Gandos. akhirnya sore kita sudah sampai finish. tetapi jalurnya bener2 jos dan bikin ngobrolmotorcross berantakan.

Special Thanks buat mas Dwi Bimata bos nya Techqu Decal dan Mas Yuko Aditya dan semua teman-teman ICXR yang sudah membantu pinjemin motor sampe membantu saya saat dijalur.

Nah ngobrolmotorcross juga sempat menjajal tanjakan JKB3 untuk Drag Climbing nya.

Heri Cahyono Menembus Belantara Halimun: Sendiri Bersama-NYA

Cerita mas Heri Cahyono memang sangat menginspirasi, beliau adalah sosok manusia yang ingin mencoba bagaimana saat kesendirian dan keadaan yang tidak seperti biasa, kita sebagai offroader tahu tidak ada jalur yang mudah, tetapi jalur gunung di Halimun memang sudah dipastikan adalah jalur hard dan saat melewatinya sendiri, itu adalah luar biasa.

“Sendiri Bersama-NYA”
Tak mudah memang mencetak sejarah..tapi kami tak pernah menyerah!! TRACK JAKARTA -ONGISNADE DIRT BIKE, bergitu tulis Heri Cahyono pada status FBnya saat berhasil menembus Halimun seorang diri pada 20 Mei 2017, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional RI.
Heri Cahyono saat Tiba di Cipta Gelar
Halimun adalah surga sekaligus neraka ujian bagi offroader motor khususnya di Jawa Barat. Jalur yang hanya berjarak +/- 16 km dari Pamempeuk menuju Cipta Gelar, Sukabumi itu kerap memakan korban kendaraan dan waktu. Jalur “Uji Nyali” yang dikenal mulai awal tahun 2000an itu hampir pasti menjadi lintasan “wajib” bagi para offroader mobil dan motor dari Jakarta & Jawa Barat. Saat ini mobil tidak diperbolehkan masuk.
2 minggu sebelum Heri masuk ke jalur tersebut, 1 grup offroader motor dari Bogor yang terdiri dari 14 motor kabarnya harus dievakuasi karena gagal menembus hutan belantara setelah berjibaku selama 2 hari 2 malam!!
Jalur Gunung Halimun yang mulai tidak bersahabat
Sebelumnya tak terhitung lagi, berapa banyak kisah rombongan offroader yang gagal, balik arah ataupun menginap di dalam hutan yang terkenal sulit dilintasi itu!
Berikut kisah singkatnya…
Perjalanan ini memang sy niatkan betul. Bnyk yang berpesan untuk berpikir ulang. Saya mulai nginep di Pamempeuk sore tgl 19 Mei 2017. Waktu menginap saya merasakan ada “sesuatu” datang ke badan saya..tapi saya tak tahu wujudnya…ga tau lah apa itu…Pagi hari waktu akan berangkat nenek pemilik rumah yang saya inapi mengelus hampir seluruh bagian motor sambil komat kamit bahasa Sunda..Belakangan saya tahu beliau nangisin saya, mungkin kuatir bgt.
Jam 06.30 sampai di kaki halimun..ternyata suasana masih gelap..mau ga mau mesti nyalakan lampu..Di titik ini saja sudah susahnya minta ampun sekarang..jalur penuh jebakan..untung saya bawa cangkul..jadi membantu saya untuk pindah jalur.
Jalur Gunung Halimun
Jalur Halimun saat ini boleh dibilang super-super hardcore, super bejat!!..Untung saya bawa motor kecil yg mudah untuk saya dorong atau geser dan kalo jatuh tak begitu masalah.
Waktu di dalam hutan, sempat juga digoda “sesuatu”..tapi sekali lagi saya ngga tahu wujudnya..hanya suara-suara saja..kadang saya ladenin dengan salam yg kencang..dan becanda “Mau bantu saya nggaaa???”
3/4 perjalanan hanya sunyi sepi, tak ada seorang pun melintas lewat. Biasanya kalo sabtu-minggu ada saja 1-2 orang yang melintas. Kondisi ini cukup mencekam &  bikin nyali ciut..tak ketemu satu orang pun bikin bulu kuduk merinding!
Sendiri Bersama-NYA
Target saya Citelemeng.
Pertarungan terberat adanya setelah Citelemeng..3 tanjakan ngga karu karuan..saya sampai tepar dan istitahat lama sekali..dan hampir saya putuskan nginap padahal baru jam 12 siang! Karena capeknya luar biasa.
Jalur jadi ga beraturan apalagi baru dilibas 14 motor…dan ternyata saya ketemu beberapa dari mereka pas di Ciptagelar pakai mobil dan nunjukin video dan jalur yg dilalui mereka 2 minggu lalu. Jalurnya bener2 edan!
Jersey Kebanggaan X-track
Setelah Citelemeng itulah baru saya ketemu satu orang, seorang pencari kupu-kupu..orang Pamempeuk saya lupa namanya..
Dia negur: rombonganya mana?
Saya jawab:  Sendiri..Dia kaget!  Trus dia cerita belum pernah ada yang sendiri.
Hal senada juga di sampaikan Abah Ugi..saya orang pertama yg sendiri..dan Abah sama Kang Yoyo bercerita bahwa persiapan Anda yang 2 bulan bukan sebuah kebetulan dan Anda ke sini pun juga bukan kebetulan..saya ngga tahu artinya apa.
Diterima Abah Ugi Sugriana Rakasiwi Ketua Adat Kasepuhan Cipta Gelar
Begitu setelah selesai tanjakan akhir ..menetes air mata saya….spontan saja..haru rasanya..soalnya ini pertarungan terberat sepanjang sejarah saya main motor! Mengalahkan ego diri sendiri!
Persiapan
2 bulan saya prepare mulai motor Cleveland 110 cc yang sudah di bore up juga kelengkapannya ..saya test-ride di tanjakan “Akasia” beberapa kali. Dan kemarin saat test akhir di Akasia mengakibatkan cedera bahu kanan..Sakit sekali kalau buat ngangkat..Alhamdulillah di buat masuk halimun Allah kasih sembuh.
Pesan saya: Masuk halimun sekarang mau jalur kering atau basah mesti perfect preparation..jika tidak siap jangan masuk! Buang tenaga, biaya dan waktu!
Siapkan dengan matang seluruh syarat SUKSES nya harus dipenuhi..sehingga kemungkinan tembus Halimun akan besar..di tambah strategi masuk Halimun.
Waktu itu saya berencana, plan A nya saya tembuskan 1 hari..sehingga saya mesti brangkat pagi..saya menghitung jika sampai Citelemeng di bawah jam 12 insha Allah bisa tembus hari itu. Plan B, saya adalah nginep Halimun..lokasinya di Citelemeng karena dekat kali terakhir. kalau lebih dari jam 12 baru sampai di Citelemeng.
5 bulan sebelumnya saya juga uji coba bertiga masuk Halimun.. Saya hitung waktu sampai di Citelemeng jam 11 ..tapi baru keluar jam 7 malam..Dengan data ini saya persiapkan untuk strategi Sabtu kemarin (20/05/2017).
Sumber Cerita: FB X-Track Jakarta dan Heri Cahyono
Sumber foto: FB X-Track Jakarta dan Heri Cahyono

7 DAYS EXPEDITION yang AMAZING!

“Satu kata yang pantas dikasih kelar ikut ekspedisi 7 DAYS EXPEDITION 2017 “Di Timoer Matahari” ngga lain adalah “Amazing!” Yuk ah kita simak cerita keseruannya!” – Budi Respati

DAY ZERO

HIDANGAN PEMBUKA YANG LEZAT!

Saya ga nyangka Kadex Ramayadi, leader 7 DAYS kali ini bakal kasih bonus ½ hari offroad yang nyenengin banget dari Ubud menuju Pelabuhan Padang Bai. Lumayan nih jadi ada masa penyesuaian buat saya yang udah kelamaan ga offroad. Start dari Villa Casa Ganesha Ubud, kawasan dimana kita kenyang melihat bule bersliweran. Waktu saat itu udah deket jam 13.00 WITA. Kadex kasih aba-aba untuk bersiap. “PREPARE…PREPARE 15 MENIT LAGI!” , itu kata2 romantis yang bakal “ngetop” sampai 7 hari ke belakang di perjalanan ini. Aki Wisnu yang ngebet banget ikutan tapi batal sampe sengaja datang ke Ubud, Bali untuk ikutan melepas tim ekspedisi. Tujuan finish hari ini adalah Bukit Ilalang yang bakal jadi lokasi temen-temen ngeliat sunset di atas Padang Bai.

Nah buat yang penasaran bisa dilanjutin ceritanya disini http://trackjakartastories.blogspot.co.id/2017/05/7-days-expedition-yang-amazing.html

Penulis: Mas Budi Respati
Data: Eko Lelono
Foto: Reza Dana, Kadex, Zonal, Yuda Laman

Naik trail, Jokowi jajal beratnya medan pembangunan Trans Papua

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Papua. Di hari terakhir kunjungan Kepala Negara beserta rombongan beranjak menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

naik-trail-jokowi-jajal-beratnya-medan-pembangunan-trans-papua

Jokowi ingin meninjau langsung pembangunan Jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu 1 dengan didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Tak seperti yang biasa dilakukan, kali ini Jokowi mengendarai motor trail saat menyusuri jalan sepanjang 7 km yang tengah dibangun itu. Terkait hal tersebut, Jokowi mengatakan dengan mengendarai kendaraan roda dua terasa kesulitan yang dialami selama proses pembangunan.

“Kalau naik trail kelihatan jelas kesulitannya. Itu baru naik, coba bayangkan yang membangun. Kita ini kan coba melihat di lapangan,” ujarnya, Rabu (10/5).

Papua dengan medannya yang begitu sulit memang menjadi hambatan sekaligus tantangan tersendiri dalam membangun infrastruktur. Karena itu untuk mengupayakan percepatan pembangunan jalan Trans Papua, Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan pihak TNI di awal pembangunan.

“Ini awalnya dikerjakan oleh TNI dulu. Saya tadi dengan Panglima lihat kesulitannya seperti apa. Kemudian setelah terbuka, baru Kementerian PU masuk untuk aspal, untuk mengikuti apa yang telah dikerjakan oleh TNI. Saya kira kalau duet ini dilakukan terus ini akan mempercepat,” tuturnya.

Keterlibatan TNI ini memang dirasa sangat diperlukan. Dengan medan yang berada pada ketinggian sekira 3.200 meter di atas permukaan laut menjadikan peranan mereka sangat krusial.

“Pembukaan lahan dulu oleh TNI untuk membentuk badan-badan jalan. Supaya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu betapa sangat sulitnya membangun jalan di Papua karena tanahnya bergunung-gunung yang sangat tinggi,” katanya.

Adapun ruas jalan yang disusuri oleh Jokowi beserta rombongan merupakan salah satu ruas dari sekitar 4.300 kilometer Trans Papua yang sedang dalam proses pembangunan. Sepanjang 3.800 kilometer sudah berhasil dibuka oleh TNI dan diharapkan pada tahun 2019 nanti seluruh ruas jalan sudah terbuka dan dapat dilalui.

“Ini tadi kita berjalan di ruas dari Wamena menuju ke Kenyam sepanjang 287 kilometer. Memang yang teraspal baru 37 kilometer, tetapi ini akan terus dikerjakan,” tandasnya.

Sumber Berita: https://www.merdeka.com/peristiwa/naik-trail-jokowi-jajal-beratnya-medan-pembangunan-trans-papua.html

Sumber foto: Biro Pers