Beberapa Teknik Dasar Mengendarai Motor Trail

Panduan pelatihan bertujuan agar para pengendara dapat dengan benar dan relatif aman melalui rintangan-rintangan yang cukup berbahaya. Dirasakan perlu karena sudah semakin banyaknya minat terhadap olahraga ini, sementara hanya sedikit sekali organisasi bermotor yang berkepentingan untuk memberi panduan.

IMG_4507_RC

Teknik-teknik dasar ini juga dipakai oleh para pemula yang hendak terjun keolahraga motocross saya coba berbagi dengan rekan-rekan untuk melakukan olahraga roda dua ini dengan teknik yang baik dan sebagaimana mestinya. Dari teknik-teknik dasar ini, nantinya dapat dikembangkan sendiri atau mengikuti pelatihan kembali dalam tingkat yang lebih tinggi. Adapun materi pelatihan akan dibagi dalam 5 sesi:

1. Pre riding preparation
a. Kelengkapan pelindung tubuh
b. Pengenalan olah raga offroad roda dua

2. Bike inspection and warming up
a. Menyiapkan Sepeda motor
b. Pemanasan tubuh sebelum berkendara

3. Teknik berkendara di berbagai rintangan (teori, demo dan praktek)
a. Posisi tubuh yang baik di atas sepeda motor
b. Penguasaan kendaraan
c. Pengenalan jenis lintasan
d. Teknik melewati tanjakan, turunan serta jalan bergelombang.
e. Teknik menikung

4. Free Fun Riding

5. Evaluasi hasil pelatihanKelengkapan pelindung tubuh
Perlengkapan untuk pengendara motocross/dirt rider:

1. Kaus kaki panjang dipakai pada langkah yang pertama, gunanya untuk mengurangi gesekan antara kaki dengan sepatu boot. Setelah itu langkah berikutnya mengenakan pelindung lutut.

2. Mengenakan celana khusus untuk motocross. Celana ini biasanya terbuat dari kanvas yang memungkinkan udara dapat keluar dan masuk. Memiliki bantalan di sekitar lutut bagian dalam, pinggang dan paha bagian luar.

3. Sepatu balap (boot) motocross merupakan kelengkapan penting yang sering diabaikan, hal tersebut terjadi karena harga sepatu khusus ini relatif cukup mahal. Biasanya terbuat dari kulit, tetapi dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini sering kita jumpai sepatu balap yang dibuat dari bahan campuran sintetis (plastik, polyurethane).

4. Memakai kaos lengan panjang (jersey) yang memiliki bantalan pada siku tangan. Kaos ini selain melindungi kulit juga dapat menyerap keringat pengendara.

5. Para pengendara motokros memakai sabuk yang ukurannya lebar (belt). Biasanya pada bagian belakang terbuat dari bahan yang keras dan bagian depan elastis.
6. Memakai pelindung dada (chest protector) untuk melindungi tulang rusuk, dada, hingga ke punggung bagian atas. Terbuat dari plastik keras dengan bantalan pada bagian tertentu.

7. Helm atau pelindung kepala, merupakan faktor paling penting dari semua peralatan pelindung tubuh. Sebagai pusat saraf kepala juga paling rentan terhadap benturan yang keras.

8. Sarung tangan juga merupakan faktor yang penting, dipakai terakhir sebelum mengenakan kacamata. Berfungsi untuk melindungi tangan akibat gesekan dengan grip stang

9. Kacamata khusus untuk motocross (goggle). Kaca terbuat dari kaca plastik (lexan lens), memberi perlindungan untuk mata dari debu.

10. Untuk pengendara trail adventure jarak jauh jangan lupa untuk membawa jas hujan serta celananya, membawa beberapa perlengkapan seperti kunci 8, 10, 12, tang, obeng, alat penarik, dsb.
Penguasaan kendaraan

Bertujuan agar pengendara dan sepeda motornya seperti menyatu. Mengikuti irama laju sepeda motor membutuhkan penguasaan secara optimal. Dalam sesi ini pengendara akan merasakan alunan tanpa hentakan yang hebat meskipun melalui kondisi jalan yang  sangat buruk.Atau menguasai kendaraan ketika melalui jalan yang berbatu, licin, basah, berpasir, berjalur maupun berlumpur.

Terbagi dalam beberapa bagian:

  • Mengarahkan kendaraan menggunakan lengan
  • Mengarahkan kendaraan menggunakan lutut bagian dalam
  • Pergerakan maju dan mundur
  • Teknik pengereman
  • Teknik mengganti gigi perseneling
  • Teknik memacu kendaraan
  • Teknik menekan dan menarik sepeda motor
  • Teknik mengoptimalkan suspensi kendaraan
  • Teknik mengoptimalkan kaki sebagai peredam getaran
  • Teknik membangunkan kendaraan yang jatuh

 

  • Pengenalan jenis lintasan

    Melihat kondisi lintasan di depan dengan cepat, akan memperkecil resiko terjatuh. Dengan mengantisipasi jenis tanah, jalan berbatu, kubangan berlumpur, licin atau genangan air. Setiap jenis lintasan memerlukan teknik berkendara yang berbeda, hal ini menuntut pengendara motor trail memerlukan teknik yang lebih banyak dibandingkan mengendarai kendaraan jenis lain.

    Teknik melewati tanjakan atau turunan curam serta jalan bergelombang, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melewati rintangan ini adalah :

  • Posisi tubuh
  • Arah sepeda motor
  • Kestabilan
  • Kecepatan
  • Penggunaan tenaga mesin sepedamotor
  • Penggunaan sistem pengereman sepedamotor

Yang perlu diperhatikan dalam melewati jenis tikungan yang berbeda-beda ini adalah :

  • Kecepatan membaca kontur lintasan
  • Arah pandangan mata
  • Kontrol tenaga mesin
  • Titik pengereman
  • Titik buka gas
  • Posisi tubuh
  • Mengarahkan sepeda motor
  • Kemiringan sepeda motor

Ekstra

Teknik Jumping/ melompat
Jumping dalam olahraga motocross atau enduro merupakan tontonan yang paling menarik sekaligus paling membahayakan. 85% cedera serius pembalap motocross terjadi ketika melakukan aksi jumping. Jangan main-main dengan yang satu ini, apabila belum menguasai tekniknya sebaiknya hindari aksi ini.

Dalam pelatihan ini akan diajarkan teknik dasar melompat bukan dengan kecepatan serta terbang tinggi tetapi sekali lagi, bagaimana menyikapi pengendara menghadapi rintangan seperti ini dengan aman.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melewati rintangan ini:

  • Pemilihan jalur
  • Jarak tempuh awalan
  • Sudut kemiringan rintangan
  • Kesiapan dan kelenturan tubuh
  • Posisi tubuh
  • Kecepatan sepeda motor
  • Penggunaan suspensi sepeda motor
  • Melayang dengan terkontrol
  • Mendarat dengan baik

 

Sumber berita dan foto: http://gazgazdirtbike.blogspot.co.id/

Iklan

2 pemikiran pada “Beberapa Teknik Dasar Mengendarai Motor Trail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s