Heri Cahyono Menembus Belantara Halimun: Sendiri Bersama-NYA

Cerita mas Heri Cahyono memang sangat menginspirasi, beliau adalah sosok manusia yang ingin mencoba bagaimana saat kesendirian dan keadaan yang tidak seperti biasa, kita sebagai offroader tahu tidak ada jalur yang mudah, tetapi jalur gunung di Halimun memang sudah dipastikan adalah jalur hard dan saat melewatinya sendiri, itu adalah luar biasa.

“Sendiri Bersama-NYA”
Tak mudah memang mencetak sejarah..tapi kami tak pernah menyerah!! TRACK JAKARTA -ONGISNADE DIRT BIKE, bergitu tulis Heri Cahyono pada status FBnya saat berhasil menembus Halimun seorang diri pada 20 Mei 2017, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional RI.
Heri Cahyono saat Tiba di Cipta Gelar
Halimun adalah surga sekaligus neraka ujian bagi offroader motor khususnya di Jawa Barat. Jalur yang hanya berjarak +/- 16 km dari Pamempeuk menuju Cipta Gelar, Sukabumi itu kerap memakan korban kendaraan dan waktu. Jalur “Uji Nyali” yang dikenal mulai awal tahun 2000an itu hampir pasti menjadi lintasan “wajib” bagi para offroader mobil dan motor dari Jakarta & Jawa Barat. Saat ini mobil tidak diperbolehkan masuk.
2 minggu sebelum Heri masuk ke jalur tersebut, 1 grup offroader motor dari Bogor yang terdiri dari 14 motor kabarnya harus dievakuasi karena gagal menembus hutan belantara setelah berjibaku selama 2 hari 2 malam!!
Jalur Gunung Halimun yang mulai tidak bersahabat
Sebelumnya tak terhitung lagi, berapa banyak kisah rombongan offroader yang gagal, balik arah ataupun menginap di dalam hutan yang terkenal sulit dilintasi itu!
Berikut kisah singkatnya…
Perjalanan ini memang sy niatkan betul. Bnyk yang berpesan untuk berpikir ulang. Saya mulai nginep di Pamempeuk sore tgl 19 Mei 2017. Waktu menginap saya merasakan ada “sesuatu” datang ke badan saya..tapi saya tak tahu wujudnya…ga tau lah apa itu…Pagi hari waktu akan berangkat nenek pemilik rumah yang saya inapi mengelus hampir seluruh bagian motor sambil komat kamit bahasa Sunda..Belakangan saya tahu beliau nangisin saya, mungkin kuatir bgt.
Jam 06.30 sampai di kaki halimun..ternyata suasana masih gelap..mau ga mau mesti nyalakan lampu..Di titik ini saja sudah susahnya minta ampun sekarang..jalur penuh jebakan..untung saya bawa cangkul..jadi membantu saya untuk pindah jalur.
Jalur Gunung Halimun
Jalur Halimun saat ini boleh dibilang super-super hardcore, super bejat!!..Untung saya bawa motor kecil yg mudah untuk saya dorong atau geser dan kalo jatuh tak begitu masalah.
Waktu di dalam hutan, sempat juga digoda “sesuatu”..tapi sekali lagi saya ngga tahu wujudnya..hanya suara-suara saja..kadang saya ladenin dengan salam yg kencang..dan becanda “Mau bantu saya nggaaa???”
3/4 perjalanan hanya sunyi sepi, tak ada seorang pun melintas lewat. Biasanya kalo sabtu-minggu ada saja 1-2 orang yang melintas. Kondisi ini cukup mencekam &  bikin nyali ciut..tak ketemu satu orang pun bikin bulu kuduk merinding!
Sendiri Bersama-NYA
Target saya Citelemeng.
Pertarungan terberat adanya setelah Citelemeng..3 tanjakan ngga karu karuan..saya sampai tepar dan istitahat lama sekali..dan hampir saya putuskan nginap padahal baru jam 12 siang! Karena capeknya luar biasa.
Jalur jadi ga beraturan apalagi baru dilibas 14 motor…dan ternyata saya ketemu beberapa dari mereka pas di Ciptagelar pakai mobil dan nunjukin video dan jalur yg dilalui mereka 2 minggu lalu. Jalurnya bener2 edan!
Jersey Kebanggaan X-track
Setelah Citelemeng itulah baru saya ketemu satu orang, seorang pencari kupu-kupu..orang Pamempeuk saya lupa namanya..
Dia negur: rombonganya mana?
Saya jawab:  Sendiri..Dia kaget!  Trus dia cerita belum pernah ada yang sendiri.
Hal senada juga di sampaikan Abah Ugi..saya orang pertama yg sendiri..dan Abah sama Kang Yoyo bercerita bahwa persiapan Anda yang 2 bulan bukan sebuah kebetulan dan Anda ke sini pun juga bukan kebetulan..saya ngga tahu artinya apa.
Diterima Abah Ugi Sugriana Rakasiwi Ketua Adat Kasepuhan Cipta Gelar
Begitu setelah selesai tanjakan akhir ..menetes air mata saya….spontan saja..haru rasanya..soalnya ini pertarungan terberat sepanjang sejarah saya main motor! Mengalahkan ego diri sendiri!
Persiapan
2 bulan saya prepare mulai motor Cleveland 110 cc yang sudah di bore up juga kelengkapannya ..saya test-ride di tanjakan “Akasia” beberapa kali. Dan kemarin saat test akhir di Akasia mengakibatkan cedera bahu kanan..Sakit sekali kalau buat ngangkat..Alhamdulillah di buat masuk halimun Allah kasih sembuh.
Pesan saya: Masuk halimun sekarang mau jalur kering atau basah mesti perfect preparation..jika tidak siap jangan masuk! Buang tenaga, biaya dan waktu!
Siapkan dengan matang seluruh syarat SUKSES nya harus dipenuhi..sehingga kemungkinan tembus Halimun akan besar..di tambah strategi masuk Halimun.
Waktu itu saya berencana, plan A nya saya tembuskan 1 hari..sehingga saya mesti brangkat pagi..saya menghitung jika sampai Citelemeng di bawah jam 12 insha Allah bisa tembus hari itu. Plan B, saya adalah nginep Halimun..lokasinya di Citelemeng karena dekat kali terakhir. kalau lebih dari jam 12 baru sampai di Citelemeng.
5 bulan sebelumnya saya juga uji coba bertiga masuk Halimun.. Saya hitung waktu sampai di Citelemeng jam 11 ..tapi baru keluar jam 7 malam..Dengan data ini saya persiapkan untuk strategi Sabtu kemarin (20/05/2017).
Sumber Cerita: FB X-Track Jakarta dan Heri Cahyono
Sumber foto: FB X-Track Jakarta dan Heri Cahyono
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s