Arsip Tag: #janganlelahmencintai Indonesia

HALIMUN HARDVENTURE: Jalur Legendaris dan ngangenin

Jalur Legendaris, Jalur Hard, dan Jalur yang selalu ngangenin. yaitu Jalur Halimun tembus Cipta Gelar.

Event yang diadakan 23-24 Desember 2017 ini selain menjajal jalur yang legendaris juga dapat bersilaturahmi dengan warga Cipta Gelar

Nah schedule acaranya

Sabtu 07:00 (23 des )
◆start pameungpeuk
◆finish ciptagelar

Malam 19:00-24:00 (23 des)
◆Makan malam
◆hiburan
◆games berhadiah

Fasilitas peserta :
●jersey 1pcs
●T-shirt
●ID card
●makan/minum sepuasnya
●penginapan
●helper (dijalur)
●evakuator
●paramedis

■ IDR.750.000
■ pendaftar kolektip
10 + gratis 1 peserta

Buat yang ingin menjajal jalur Halimun kalian bisa daftar ke no yang tertera di poster. di tunggu di jalur legendaris dan ngangenin

Rek pendaftaran :
BCA an dini rahayu febriyanti
No rek 0953579097

Iklan

Syahdunya Jalur Pembunuh Naga Mulyasari-Babakan Banten-Cisadon

Perjalanan ngobrolmotorcross kali ini memang ingin mentuntaskan jalur yang terkenal hard di kawasan Hambalang dan sekitarnya. Jalur yag terkenal dengan jalur sulit, batu-batu besar dan jalur rel yang dalam ini ada 2 jalur yaitu Cisadon-Babakan Banten-Mulyasari, atau dibalik dari Mulyasari-Babakan Banten-Cisadon. Sebulan sebelumnya ngobrolmotorcross sudha menjajal jalur Cisadon -Babakan Banten

Lapangan di desa Mulyasari. Jalur dimana kita akan memulai perjalanan panjang

Kali ini jaraknya 2x lebih panjang karena kita harus masuk dari Mulyasari-Babakan Banten dulu baru menuju ke Cisadon dari Babakan Banten, disini jalur akan terus menanjak dan nge-rel sampai Babakan Banten. Berangkat pukul 10.30 dari Warung Mulyasari. Kita menyiapkan bekal dan makan siang yang kita bawa.

Ngobrolmotorcross jepret-jepret dulu disaat beristirahat sejenak

di Jalur ini benar-benar terus naik karena jalur dibuat warga kampung yang memotong bukit, sehingga jalur dibuat naik keatas bukit, sehingga jarak lebih pendek tetapi tingkat kesulitan yang cukup berat. ngobrolmotorcross sendiri sempat menarik nafas panjang saat melihat kenyataan bahwa jalur terus menanjak tanpa ada handycap datar sedikitpun. tetapi setelah melewati Curug Cisarua. jalur mulai turun menuju kebun kopi Babakan Banten.

Jalur yang menanjak dan rel yang dalam, ban 16-19 pun harus diangkat dengan tali roda depannya
Jalur rel yang berbatu dan basah, ditambah dengan jalur yang terus menanjak benar-benar menguras tenaga

Perjalanan yang cukup menguras tenaga ini akhirnya terbayar saat menikmati Curug Cisarua, curug yang masih alami, dan lembab membuat tempat beristirahat yang pas setelah melewati handycap jalur yang terus menanjak sepanjang 2km. Curug Cisarua ini cukup alami, selain pemandangan yang indah, ada batu besar seperti gua yang bisa kita masuki dan berfoto disana. selain buat istirahat, kita juga mengisi perbekalan air untuk minum dijalan.

Segarnya Curug Cisarua Mulyasari-Babakan Banten

Setelah menikmati curug Cisarua dan bersitirahat cukup, perjalanan yang masih jauh menuju Cisadon, tetapi peristirahatan ke-2 ditargetkan di Babakan Banten. setelah perjalanan 30 menit sampai di Babakan Banten. pukul 15.00 wib.

Jalur yang sudah mulai menurun di kebun kopi Babakan Banten. Kita beristirahat dan cek kendaraan sejenak sebelum melanjutkan perjalanan
Beritirahat di warung kang Hendrik di Babakan Banten. kita dapat suguhan makanan tradisional yang lezat

Setelah beristirahat sejenak pukul 15.30 kita melanjutkan menuju Cisadon, awalnya yang mengira perjalanan akan banyak turun ternyata masih banyak Handicap tanjakan batu  dan trouble motor salah satu offroader yang membuat kita cukup kerepotan sehingga target perjalanan 1,5 jam menjadi 2,5 jam. Jalur Babakan Banten- Cisadon juga sudah berbeda dibanding 1 bulan waktu perjalanan melalui jalur itu, batu-batu semakin menonjol dan kondisi hujan gerimis membuat jalur cukup licin dan banyak kubangan.

Jalur Kubangan yang dalam di Jalur Babakan Banten – Cisadon

Handicap yang terakhir dan jalur yang cukup sulit yaitu Tanjakan S, tetapi karena kita dari Babakan Banten, jadi kita menurun melalui tanjakan S menuju Cisadon. pukul 5 kita sudah sampai Tanjakan S, tetapi perjalanan terhambat karena ada rombongan yang masuk dari Cisadon, karena jalur hanya muat 1 motor akhirnya kita bergantian untuk naik dan kami turun.

Ketemu Senior Om Alatas di Tanjakan S, saat saya turun, rombongannya baru masuk Jalur.

Setelah semua lolos baik menanjak dan turun di tanjakan S, rombongan kami akhirnya dapat beristirahat di Warung Mang Farid di Cisadon pukul 17.30.  terbayang nasi liwet, jengkol goreng, ikan teri, telur dadar dan sambel cisadon yang maknyos.

nasi liwet, jengkol goreng, ikan teri, telur dadar dan sambel cisadon yang maknyos.
Nasi liwet, jengkol goreng, ikan teri, telur dadar dan sambel cisadon yang maknyos.

Setelah makan dan membereskan kendaraan yang sedikit trouble. sambil menunggu hujan reda kita bercengkrama dengan kawan-kawan offroader lain yang ada di Cisadon. Setelah hujan reda kita melanjutkan pulang ke arah Cibinong, perjalanan arah Cibinong juga masih harus masuk jalur sampe Villa Prabowo yang jalur cukup licin dan merepotkan kita.

Tetapi misi ini membuat cukup puas dan akhirnya kita benar-benar merasakan betapa beratnya jalur Mulyasari-Babakan Banten – Cisadon.

Saran:

  1. Gunakan motor dengan roda 18-21. karena jalur rel yang dalam dan licin
  2.  Bawa Helper dari Mulyasari. untuk membantu dan mengarahkan jalur buat yang pertama masuk jalur ini.Silahkan hubungi Kang Fajar untuk menyiapkan Helper. biaya terserah tetapi jangan terlalu murah juga.
  3.  Fisik yang prima dan kondisi motor yang siap tempur (jalur cukup menguras tenaga dan saat motor trouble evakusi keluar juga cukup sulit)

Nah Mau menjajal jalur Mulyasari-Babakan Banten-Cisadon?

Menikmati Kopi Luwak Asli dan menikmati Pemandangan Indah Cisadon

Cisadon, sebuah tempat yang banyak disebutkan offroader khususnya yang ingin menikmati jalur di Kawasan Bogor. Banyak offroader yang banyak menyebut daerah ini, tetapi ngobrolmotorcross belum menginjakkan di desa nya, kalo jalur pernah dilewati, tetapi kita tidak mampir ke desanya, karena perjalanan itu menuju jalur Citeko lalu ke Puncak Pas.

Tempat makan siang di desa Cisadon

Desa Cisadon, menurut saya adalah tempat yang tenang, dengan berisi 6 KK tempat yang dilingkari gunung dan bukit membuat tempat ini memang hanya diakses oleh kendaraan offroad, dan karena beberapa titik jalur menjadi single track, sehingga hanya bisa diakses oleh motor trail.

Makan siang liwetan di rumah warung makan Cisadon dengan daun pisang

Desa Cisadon memiliki hawa yang dingin, dengan empang di tengah-tengah desa, gunung disekitar yang diselimuti kabut, membuat pikiran saya teringat film-film mandarin setting jaman dulu dimana dilembah hanya terdapat beberapa rumah, dengan rumah berbentuk panggung membuat Cisadon menjadi tempat yang sangat nyaman untuk beristirahat dan menenangkan pikiran.

Jalur Single track menuju Cisadon

Selain keindahan desa Cisadon, jalur yang dilewat juga cukup menarik, semi hard karena beberapa jalan sudah mulai dibangun membuat jalur Cisadon tidak se seram dulu. tetapi apabila para offroader yang ingin mencoba jalur hard, dari Cisadon bisa masuk jalur tembus Rawa Gede. tetapi jalur ini memang terkenal cukup hard.

Jalur Cusadon, jalan berbatu, single track dan jalur rel

Karena memang kita hanya ingin menikmati keindahan Cisadon dan ingin menikmati Kopi Luwak Asli, sehingga perjalanan tidak dilanjutkan menuju Jalur Rawa Gede.

Jalur arah CIsadon juga adem

Satu hal selain keindahan alam Desa Cisadon, disini kita dapat menemukan kopi luwak asli, sehingga buat pecinta kopi wajib menikmati kopi luwak asli dari Cisadon.

Nah buat kalian yang belum pernah ke Cisadon, kalian wajib menjajal jalur ini, menikmati alamnya dan sruput kopi luwaknya.

Beristirahat ditengah jalur

 

 

 

MENPORA & MENPAR RESMIKAN LIVERY SRIWIJAYA AIR MXGP

Setelah terpilih menjadi sponsor utama dan official carrier dalam ajang International Motocross Grand Prix (MXGP) yang akan dilaksanakan di Pangkalpinang pada Maret mendatang, Sriwijaya Air secara resmi meluncurkan livery pesawat Sriwijaya Air MXGP. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin, 6 februari 2017 di salah satu hanggar milik mitra terpercaya Sriwijaya Air dalam hal perawatan armadanya yakni PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF).

whatsapp-image-2017-02-14-at-3-28-02-pm

Peluncuran logo International Motocross Grand Prix yang menempel di badan pesawat Sriwijaya Air dilakukan secara simbolis oleh Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda & Olahraga dan Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata. Adapun yang turut menyaksikan peluncuran tersebut yakni President & CEO Sriwijaya Air Chandra Lie beserta jajarannya, jajaran direksi GMF, Ketua Ikatan Motor Indonesia Sadikin Aksa, Penggagas event MXGP Pangkalpinang M Irwansyah, Promotor International Motocross Grand Prix serta tamu undangan lainnya.

Menurut Chandra Lie, keterlibatan Sriwijaya Air dalam ajang adu kecepatan ini merupakan upaya untuk terus mengembangkan dunia olahraga di Indonesia serta mempromosikan potensi wisata khususnya Bangka Belitung.

whatsapp-image-2017-02-14-at-3-28-03-pm1

“Kami berharap partisipasi Sriwijaya Air ini dapat membantu mengembangkan potensi para crosser muda Indonesia untuk berlaga di tingkat dunia,” jelas Chandra Lie. “Diperkirakan event ini akan menarik perhatian ribuan mata para wisatawan mancanegara ke Bangka Belitung. Semoga pesona keindahan wisata Indonesia semakin di kenal dunia,” lanjutnya.

Senada dengan Chandra Lie, Imam Nahrawi dan Arief Yahya menegaskan bahwa pemerintah mendukung penyelenggaraan International Motocross Grand Prix di Pangkalpinang. Dukungan tersebut diberikan karena dunia olahraga bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar dan memberikan pemasukan devisa dalam jumlah besar pula.

whatsapp-image-2017-02-14-at-3-28-03-pm

“Pemerintah tidak bisa berjuang sendiri. Kami sangat mendukung dan kolaborasi antara Pemerintah dengan pihak swasta dalam hal pengembangan tanah air yang kita cintai ini. Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk Indonesia karena berdasarkan data Fox Sport, penonton MXGP diseluruh dunia mencapai 1,4 miliar orang,” terang Imam Nahrawi.

penggagas-mxgp-di-pangkalpinang-m-irwansyah-menteri-pariwisata-arief-yahya-president-ceo-sriwijaya-air-chandra-lie-menteri-pemuda-olahraga-imam-nahrawi-dan-ketua-imi-pusat-sadikin-aksa
penggagas-mxgp-di-pangkalpinang-m-irwansyah-menteri-pariwisata-arief-yahya-president-ceo-sriwijaya-air-chandra-lie-menteri-pemuda-olahraga-imam-nahrawi-dan-ketua-imi-pusat-sadikin-aksa

Keterlibatan Sriwijaya Air dalam ajang olahraga tingkat dunia ini akan berjalan selama tiga tahun hingga tahun 2019 mendatang. Penyelenggaraan International Motocross Grand Prix di Pangkalpinang sendiri merupakan putaran ke dua setelah Kota Doha, Qatar yang diadakan pada bulan Februari 2017.

Menjelajah Gunung Salak, Jalur yang Bikin Badan Remuk Redam

Gunung Salak yang ada diantara wilayah Bogor dan Sukabumi ini memiliki jalur offroad yang cukup syahdu, selain itu kabar tentang gunung yang masih mistis ini membuat perjalanan ngobrolmotorcross untuk offroad di hutan kawasan gunung Salak ini semakin syahdu

Beristirahat sejenak di hutan pinus kaki gunung salak
Beristirahat sejenak di hutan pinus kaki gunung salak

Jalur masuk pertama sedikit tanjakan jalur rel membuat ngobrolmotorcross yang fisiknya kurang oke, membuat ngos-ngosan. tetapi beberapa ratus meter setelah melewati tanjakan kita langsung menemukan hutan pinus yang teduh, setelah mengatur nafas sebentar kita menyiapkan untuk melewati jalur yang lumayan menguras tenaga dan membuat badan ngilu-ngilu setelahnya.

Beristirahat sejenak di hutan pinus kaki gunung salak
Beristirahat sejenak di hutan pinus kaki gunung salak

Memasuki jalur kedua adalah tanjakan yang cukup licin, karena karakter gunung salak dengan banyaknya jalan setapak membuat kita bisa memilih jalur tanjakan yang ingin kita lewati. tetapi semua memiliki tingkat kesulitan yang sama. terlihat beberapa motor dan saya sendiri mengalami beberapa kali stuk karena jalur rel yang dalam atau akar pohon yang membuat jalur sangat licin

Tanjakan panjang di hutan pinus Gunung salak, terlihat warga kampung
Tanjakan panjang di hutan pinus Gunung salak, terlihat warga kampung sedang mengangkut kayu bakar dari hutan

Setelah perjalanan selama 3 jam, akhirnya beristirahat sejelank setelah melewati tanjakan harga diri. Tanjakan sulit karena jalan yang rel dalam banget juga ada akar dijalur membuat tingkat kesulitannya makin ajiiiib

Makan Siang dijalur dengan nasi timbel dan teri masakan dari istri offroader kang Asep. Lezat
Makan Siang dijalur dengan nasi timbel dan teri masakan dari istri offroader kang Asep. Lezat

Pukul 2 siang, hujan mulai turun dan jalur semakin licin saat turun hujan. dengan kondisi hutan pinus yang lembab dan hujan turun dengan derasnya membuat dingin menusuk tulang, hanya andrenaline yang membuat kita terus melaju dengan semangat dan menyelesaikan perjalanan ini

Perjalanan gunung Salak masih panjang, tapi kami memutuskan untuk keluar jalur karena ngobrolmotorcross sudah kelelahan. jadi masih banyak jalur gunung Salak yang belum ditembus. sebenarnya kalo waktu dan tenaga memungkinkan kita akan lanjut dari gunung salak menuju hutan larangan.

ngobrolmotorcross saat di salah satu tanjakan Harga diri
ngobrolmotorcross saat di salah satu tanjakan Harga diri

Setelah lelah dan memutuskan keluar jalur, kita akhirnya menuju kebun Nanas dan membeli buah yang dijual oleh warga langsung dari kebunnya. sehingga harganya cukup murah dibanding membeli di supermarket. dan yang pasti kita suka dengan kearifan lokal yang masih dipegang erat oleh masyarakat Indonesia khususnya yang dipedalaman.

Membeli Nanas langsung dari petani nya, nanas Madu yang lezat
Membeli Nanas langsung dari petani nya, nanas Madu yang lezat

Menjajal Tanjakan Baru di Hambalang Bogor, Tanjakan Babeh

Beberapa bulan ini memang sudah lama tidak main dijalur Hambalang, karena undangan dari teman-teman offroader kota lain membuat ngobrolmotorcross mencoba jalur diluar Jakarta seperti Karawang, Purwakarta, Subang dan Bandung.

img_20161106_163413
ngobrolmotorcross dengan para offroader yang ingin menjajal tanjakan babeh

Tetapi sebulan terakhir ini dikalangan para offroader ada yang seru diperbincangkan ternyata ada tanjakan baru yang cukup extreme di Hambalang. Nama tanjakan itu adalah tanjakan Babeh. sudah banyak offroader yang menjajal tanjakan itu, ada yang sukses menanjak sampai atas atau sampai terguling-guling. ngobrolmotorcross sendiri adalah pasukan yang sempat jungkir balik di tanjakan Babeh Hambalang. hahahahaha

img_20161106_141600
ngobrolmotorcross saat dipuncak tanjakan babeh Hambalang

Tanjakan dengan kemiringan hampir 60 derajat dan ada 2 tanjakan membuat kita benar-benar harus berhitung power dan traksi kendaraan kita kalo ingin menanjak ditanjakan ini. disarankan untuk menggunakan 4 stroke karena akan lebih mudah untuk mendapatkan power saat ditengah tanjakan. untuk 2 stroke disarankan untuk hajar gaspol saat masih dibawah …  ngobrolmotorcross yang kebetulan menggunakan 2 stroke saat menanjak di Tanjakan Babeh merasakan kesulitan saat power hilang di tengah tanjakan.

Tanjakan Babeh yang panjang sekitar 200 meter dengan kemiringan hampir 50 derajat
Tanjakan Babeh yang panjang sekitar 200 meter dengan kemiringan hampir 60 derajat

Buat yang penasaran dengan tanjakan Babeh ini, tempatnya cukup mudah, saat masuk jalur hambalang. sisi sebelah kanan akan tertulis plang tanda arah tanjakan babeh. sehingga sangat mudah ditemukan.

Mr. Choe saat menjajal Tanjakan Babeh. Mr. Choe ini adalah salah satu sesepuh offroad di Hambalang yang membuat tanjakan babeh ini
Mr. Choe saat menjajal Tanjakan Babeh. Mr. Choe ini adalah salah satu sesepuh offroad di Hambalang yang membuat tanjakan babeh ini

Nah buat kalina yang ingin mencoba datang dengan komunitas kalian, atau bisa sendiri juga, karena banyak yang sudah disana untuk berkumpul jadi sendiri menuju kesana juga banyak teman nantinya. tapi siapkan motor kalian dan harus sehat karena kalo jungkir balik disitu tidak ada asuransi nya… hahahaha

img_20161106_163354
Para penikmat Tanjakan Babeh, berasal dari offroader dari Jabodetabek

TRACK 10 DAYS ADVENTURE 2016 JAKARTA-BUKIT TINGGI: Para Petualang Sejati

Beberapa hari ini IG ngobrolmotorcross seperti live menyiarkan perjalanan 10 Days Adventure 2016 Jakarta-Bukit Tinggi, Setiap Posting di IG 10 days Adveture selalu di repost, karena secara pribadi foto-foto dan perjalanan ini seru sekali dan layak untuk dinfokan ke teman-teman offroader yang lain, setelah melihat foto dan video 10 Days Adventure 2016 ini saya yakinmereka adalah yang terpilih, memiliki mental baja, dan energi yang mungkin tidak ada habisnya dan yang pasti passion mereka yang membawa mereka bisa sampai di Hari ke 9 dalam perjalanan Jakarta – Bukit Tinggi.

ngobrolmotorcross tetap berkorespodensi dengan para offroader Syarif Hidayatullah dan Yuda Laman yang selalu megabarkan dan menceritakan perjalanan ini. Sebelum nya  cerita sudah dimulai disini

20160917_084415

Perjalanan hari pertama yang diperkirakan akan berlangsung ringan ternyata meleset. Jalur paruh kedua di hari itu sudah menjebak peserta dengan single trek yang cukup technical. Lintasan kebun kopi di kaki Gunung Betung menyajikan sensasi menarik. Meliuk-liuk diantara rimbunnya dahan kopi membuat peserta bugar, di hari pertama pengalaman adventure panjang ini. Kami pun sempat singgah sesaat menikmati kopi yang diseduh langsung oleh pemilik kebun. Nikmat tiada tara. Sebuah pengalaman langka yang tidak bisa dibeli dengan mudah.

Lepas dari jalur single trek kami disuguhkan jalur trek kering dengan ceruk dalam bekas ban mobil perkebunan diselingi beberapa anak sungai kecil.

Target rute hari pertama ini cukup jauh sekitar 222,5 km. Jalur seakan tak ada habisnya. Hujan di beberapa tempat menambah aroma adventure makin terasa. Danau Hijau Ulubelu, lampung Barat menjadi pilihan tempat kami membuka tenda. Sebuah warung kecil menemani kami mengisi perut kami yg kosong tanpa harus memasak sendiri.

img-20160918-wa0018

Di hari kedua peserta melanjutkan penjelajahan menempuh jalur yang tak kalah beragamnya. Rute yang akan dilalui adalah Ulubelu, Ulu Semong, Bandar Agung, Kaki Gunung Sekincau Belirang. Buat motor 4 tak lintasan macam ini tidak terlalu menguras tenaga sepanjang ban depan tidak terantuk hambatan. Namun untuk motor 2 tak semacam TS 125 lintasan macam ini jelas menguras tenaga dan emosi!

Sulitnya mendapatkan traksi ditambah jarak ban ke swing arm yang sempit melelahkan peserta. Motor-motor 4 tak dengan torsi kecil pun tak lantas mudah melibas jalur pulen semacam ini. Jalur empuk seperti ini memang menjadi makanan empuk bagi motor2 ber cc besar diatas 250 cc. Tapi kalau sudah diguyur hujan, sama saja kondisinya.

Wilayah lintasan yang berada di Muara Dua ini menarik. Pemandangan dinding pegunungan Bukit Barisan mulai tersembul terlihat indah. Kami juga sempat mencicipi menyebrang rakit, melintasi beberapa anak sungai kecil.

img-20160918-wa0038

Lintasan open track lengket dan licin memaksa peserta mengakhiri perjalanan hari ini di Fajar Bulan, Suoh, Lampung Barat. Lagi-lagi kami belum mencapai BC 01 yang sudah ditentukan.

Memasuki hari ke-3 penjelajahan 10 Hari menuju Bukittinggi perjuangan para petualang jalur tanah semakin mencekam. Setelah dua hari mereka belum dapat mencapai Base Camp 01  karena kondisi jalur yang sangat panjang dan full jalur tanah merah lengket. Demikian pula hari ke-3. Hujan ringan hingga sedang menambah perjuangan peserta semakin berat. Pergelangan tangan mulai keram menahan getaran stang ditambah harus menahan laju motor supaya tetap mendapat traksi. Hal ini membuat Tim Support Car dan Offisial berdebar-debar menunggu kapan tibanya mereka di Base Camp. Sementara itu 3 peserta tambahan dari DKI Jakarta & Banten yang akan masuk di entry pertama sudah tiba sejak tadi malam.

img_20160919_111546

Perjalanan hari ke-3 yang dimulai dari Blok II A Suoh Lampung Barat masih harus memakan waktu 7-8 jam lebih sampai peserta mendapat jalur on road untuk mempercepat menuju Base Camp 02 di Musi Banyuasin.

img-20160921-wa0004

Grup pun terbagi menjadi beberapa kelompok kecil. Grup rider pertama berisi 4 orang peserta berhasil tiba di Jalan Lintas Suoh – Sekincau mendekati pukul 12 siang. Sedang grup kedua yang berisi lebih banyak rider justru tertahan oleh hujan di jalur Suoh menuju Sekincau tsb. Lintasan yang dilalui juga bukan sepenuhnya aspal. Sebagian besar masih berupa lintasan offroad. Itu artinya mereka harus berjibaku kembali.  Apa daya semua harus dijalani walaupun tenaga dan mental sudah cukup letih. Untungnya pemandangan indah di Pagar Dewa menghibur kami.  Senja di Pagar Dewa sambil memandangi alam membuat kami lupa sesaat akan letihnya badan.

Alhamdulillah dalam sisa malam yang sedikit akhirnya kami berhasil masuk ke wilayah baturaja dan bermalam di penginapan setempat.

Hari ke-4.  Rasa letih mulai menghinggapi peserta. Dalam sisa waktu yang tak banyak dan belum sampai ke BC 01, RC memutuskan mengambil jalur pintas melalui Jalur OKU (Ogan Komering Ulu). 4 orang peserta bergegas memutuskan gaspol onroad selama +/- 6 jam hingga akhirnya tiba di Sekayu pk 17.00 WIB.

Kloter terakhir memutuskan mengikuti arahan RC mencari jalan pintas (light offroad) melintasi perkebunan sawit di wilayah Talang Akar, OKU selepas daerah Pendopo jelang magrib hingga malam sampai akhirnya tiba di Sekayu pk. 21.00. Cerita tentang seramnya jalan (malam) di OKU menghantui perjalanan. Bahkan rute di GPS pun sempat hilang, menambah perjalanan ini semakin mencekaaamm! Cerita OKU yang mencekam dengan kisah begal-nya bahkan sempat di dapat oleh kloter terakhir.

img-20160922-wa0075

 

Namun kenyataan itu sirna ketika kloter terakhir lewat dengan aman. Walaupun sempat was-was. Bahkan ada seorang penduduk yang mau bersusah payah memandu kami. Hebatnya lagi tak mau diberi uang. Di beberapa tempat masyarakat menyambut dengan ramah tanpa bermaksud lain. Mungkin rombongan kami pun seperti rombongan lenong, hiburan bagi mereka di pedalaman.

Kasihan OKU sebagai bagian dari NKRI selalu disudutkan dengan cerita seram. Dampak pembangunan yang timpang. OKU Aman & Ramah. Mereka saudara kita juga.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Perjumpaan dengan Support Tim di daerah Sekayu. Gembira, senang, lega bercampur karena kami bisa ganti pakaian, ganti helm motor pun di servis dengan layak.

Di Hari ke-5 ini 3 darah segar bergabung di Tim 10 DAYS ADVENTURE. Punggawa lama offroad motor Aspar Putramedia, Teuku Yusrizal, Gerhandi bergabung. Namun 3 peserta sementara rehat yakni Putra Adhi dan Pakde Tris. Sementara Anang Tosan digantikan oleh Hery Aceng.

img-20160921-wa0074

Jalur kebun sawit panjang di Grissik, lokasi penambangan minyak tradisional mewarnai perjalanan kami. Debu tak habis2, jalur sepi dan relatif kering agak membosankan. Muka serasa di facial.

Rehat siang kami berhenti di satu desa di Sungai Napal yang namanya mirip kawasan paling terkenal se-ibukota, TANABANG. Kami pun menyempatkan makan siang di warung kecil dan menyempatkan diri membeli kacamata untuk pelindung debu dan sinar matahari. Benar-benar shopping kita di Tanabang.

Insiden terjadi ketika masuk malam. Nanang Sale offroader gaek asal Ciamis, Jawa Barat yang terlalu semangat ketemu jalan aspal mendadak meletus ban depannya. Terpaksa kita berhenti untuk perbaikan. Ditengah perbaikan datang seorang kawan lokal bernama Damar turut menemani kami hingga selesai. Luar biasa kami merasa ditemani.

img-20160922-wa0034

Namun jarak yang masih panjang membuat Tim Mekanik dan Sapu Bersih alias Sweeper tak bisa sampai ke BC Muara Bulian. Mereka memutuskan tidur di flying BC di di daerah Bayung Lencir. Sementara BC kami berada di daerah Muara Bulian di tepian Sungai Batanghari, Jambi. Terpaut jarak 83 km di belakang. Bukan jarak yang main-main.

Hari ke-6. Grup Sweeper akhirnya merapat ke BC Muara Bulian setelah tertinggal jauh akibat insiden pecah ban motor Kang Nanang. Karena masuk BC sudah mendekati tengah hari mereka diberikan kesempatan beristirahat sebentar. Brief RC pasukan rolling jam 15.00.

Kami bergerak bersama Mobil Support ke arah BC 07 yang berada di daerah Lipat Kain Pekanbaru. Perjalanan malam via jalur onroad. Masuk kawasan Sungai Bengkal, Tebo Ilir jam 17.00 motor Peserta Dendi asal Depok yang memang sedari awal bermasalah kali ini benar2 tidak bisa meneruskan perjalanan. Untungnya masih ada satu motor cadangan milik peserta lain yang bisa dipakai.

img-20160918-wa0032

Lepas magrib peserta bergegas menuju BC 06 di kawasan Cereniti. Kami membuka tenda di daerah Pasar Senin, Desa Arum Sari Simpang Niam MuaraTebo, Jambi. Nama Pasarnya Senin tapi bukanya khusus hari Minggu saja. Grup motor memutuskan berpisah dengan Mobil Support. Karena mereka memilih bermalam. Sementara Mobil Support tetap melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Lipat Kain.

Hari ke-7. Hari ini track log menunjukkan kita masuk ke Kawasan Suku Anak Dalam di wilayah Taman Nasional Bukit 30. Deg-degan sekaligus “exciting” karena akhirnya mungkin bisa melihat secara langsung suku tersebut. Sebelumnya hanya pernah dengar dan tahu dari bacaan atau dokumentasi film. Masuk melalui kawasan perkebunan sawit, sinyal HP sudah sangat sulit didapat.

Kawasan ini adalah areal perluasan kebun kelapa sawit. Sebelum masuk jalur seorang penduduk mengingatkan agar berhati-hati karena Macan, Gajah, Beruang dan Orang Utan sedang bermigrasi keluar menuju pemukiman karena habitat hidup mereka terkena perluasan kebun sawit. “Jangan beri makan” begitu pesan penduduk tadi.

img-20160921-wa0121

Perjalanan hari ini demikian panjang. Sinyal sulit didapat di wilayah ini karena tertutup pepohonan tinggi besar. Kami baru bisa mengabarkan offisial tentang posisi sekitar jam 7 malam. Itupun sudah di wilayah  Taman Nasional Tesso Nilo. Motor Syarif belakangan mengalami trouble mungkin karena dihajar lintasan gravel panjang. Mendekati pk. 8 malam kami pun mendapati satu rumah yang mengizinkan kami menumpang perbaikan motor dan bermalam. Pemilik rumah adalah anak Rimba. Rio namanya. Nikmat rasanya bisa bertemu dengan saudara-saudara di pedalaman yang iklas dan hangat menerima kami.

Hari kedelapan. Peserta entry point kedua sudah mulai berdatangan sejak tadi malam. Mereka adalah Yuda Laman, Suparman Dhemang, Annas Zainur, Win, Kelik, Bengi dan Mamat. Segera mereka merapat ke BC07 di Kawasan Lipat kain bertemu dengan Support Car.

Peserta sebelumnya mulai masuk BC menjelang siang. Aspar dan Syarif mengalami kendala mesin. Motor Aspar benar-benar harus ditandu oleh Support Car karena mesin sudah berasap tebal. Oli yang encer ditenggarai sebagai penyebabnya. Akibatnya tak tahan mengarungi lintasan gravel panjang. Di belakang grup ini masih ada Putra Adhi yang riding sorangan 100 km mengejar grup depan. Sementara beberapa peserta malah baru masuk Base camp di paruh malam.

img-20160921-wa0095

Grup belakang alias Tim Sapu Bersih sampai dengan pk. 17.00 mengabarkan masih tertahan di Simpang Koran terhambat hujan badai. Panjangnya jalur Sumatera memang bukan main-main. Sekalipun lintasannya berupa tanah gravel namun panjangnya bisa ratusan kilometer. Membuat grup terpisah menjadi beberapa kelompok.

Pukul 21.30 RC memberi aba-aba besok grup berjalan kembali sesuai format 6-7-8. Daerah yang di lintasi adalah daerah dengan lintasan “bejad” dimana jarak lintasan pendek namun rintangan dan konturnya naik turun dengan banyak “V”. Itu artinya peserta akan berhadapan dengan jalur dengan tingkat kesulitan tinggi. Dimana sudut elevasinya bisa sangat extreem. Banyak Turunan curam dan tanjakan menjulang dengan sudut kemiringan tajam. Wow mencekaaaammmm!

Nah Bagaimana kawan-kawan Offroader setelah membaca cerita dari temen-teman track yang selalu mengabarkan, dan foto-foto yang dipajang ini dikirimkan oleh sahabat-sahabat Track yang masih di Jalur untuk finish di Bukit Tinggi, Bagaimana Kelanjutan ceritanya? kita tunggu cerita seru dan menegangkan dari mas Syarif Hidayatullah dan Yuda Laman dari Track

#JangankasihMLEHOY